Warga berharap ULP PLN Lemahabang segera melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh terhadap jaringan listrik di wilayah Kampung Cibeber, sehingga penyebab gangguan dapat ditemukan dan diperbaiki secara permanen, bukan hanya penanganan sementara.
KABUPATEN BEKASI, FBN.COM – Kesabaran warga Kampung Cibeber RT 001/RW 006, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, mulai habis. Setelah berulang kali mengeluhkan pasokan listrik yang sering padam dan mengalami penurunan tegangan (drop voltage), Ketua RT 001, Endi Supriyadi, kembali melayangkan surat laporan sekaligus teguran kedua kepada ULP PLN Lemahabang pada Jumat, (10/7/2026).
Surat tersebut dikirim karena hingga kini warga menilai belum ada langkah penanganan yang serius terhadap gangguan listrik yang telah berlangsung selama beberapa hari dan terus merugikan masyarakat.
Menurut Endi, kondisi listrik yang tidak stabil masih terus terjadi. Aliran listrik kerap padam secara tiba-tiba, kemudian kembali menyala hanya dalam hitungan detik. Gangguan berulang tersebut dikhawatirkan dapat mempercepat kerusakan peralatan elektronik milik warga. “Hingga hari ini belum ada tindakan yang benar-benar menyelesaikan persoalan. Karena itu kami kembali mengirimkan surat teguran kedua kepada PLN.
Pada hari kamis, (9/7/2026) spaning terjadi berulang kali di semua rumah warga, mulai dari pagi hingga malam, tepatnya pada pukul 08.09, 10.00, 12.02, 14.05, 16.17, 17.09, 17.20, 17.45, 17.52 menjelang Magrib, lalu berlanjut pukul 18.10, 18.14, dan 18.25 WIB. Jika laporan warga terus diabaikan, jangan salahkan kami apabila bersama warga RT 001 mendatangi Kantor ULP PLN Lemahabang untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban,” tegas Endi Supriyadi.
Ia menambahkan, sedikitnya puluhan kepala keluarga di wilayahnya terdampak oleh gangguan tersebut. Selain mengganggu aktivitas rumah tangga, kondisi listrik yang naik turun juga dinilai berpotensi membahayakan perangkat elektronik yang digunakan setiap hari.
Keluhan serupa disampaikan Atih, salah seorang warga yang mengaku mengalami kerugian akibat kerusakan sejumlah peralatan elektronik.
“Kulkas dan televisi di rumah saya mengalami kerusakan. Kami sangat dirugikan. Kalau memang tidak segera ada perbaikan, saya bersama ibu-ibu lainnya siap mendatangi kantor PLN untuk meminta pertanggungjawaban,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan warga lainnya, Anwar Uban, yang mengaku telah beberapa kali mengganti lampu bohlam karena tidak kuat menahan tegangan listrik yang tidak stabil.
“Saya sudah lima kali mengganti bohlam akibat listrik yang naik turun. Kami membayar tagihan listrik setiap bulan, sehingga wajar apabila mengharapkan pelayanan yang baik. Kami berharap PLN segera turun ke lapangan dan menyelesaikan persoalan ini. Jika terus dibiarkan, kami siap menyampaikan aspirasi secara langsung ke kantor PLN,” katanya.
Warga berharap ULP PLN Lemahabang segera melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh terhadap jaringan listrik di wilayah Kampung Cibeber, sehingga penyebab gangguan dapat ditemukan dan diperbaiki secara permanen, bukan hanya penanganan sementara.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak ULP PLN Lemahabang belum memberikan keterangan resmi terkait tindak lanjut atas surat teguran kedua yang disampaikan warga maupun penyebab gangguan listrik yang masih berlangsung.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada PLN sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, agar pemberitaan tetap berimbang dan memberikan informasi yang utuh kepada masyarakat. (R3daksi)











