Plaza Patriot merupakan aset milik Pemerintah Kota Bekasi yang penggunaannya harus dikelola secara bertanggung jawab dan mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD)
KOTA BEKASI, FBN.COM – Rencana penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di Plaza Patriot mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKS, Chairun Nisa. Menurutnya, gagasan tersebut merupakan langkah positif Pemerintah Kota Bekasi dalam menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat, sekaligus dapat menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi daerah apabila dikelola secara profesional, transparan, dan berpihak kepada masyarakat.
Chairun Nisa menilai, kegiatan berskala besar seperti nobar Piala Dunia tidak semestinya dipandang hanya sebagai hiburan semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi sarana edukasi publik tentang pentingnya sportivitas, persatuan, serta optimalisasi aset daerah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Senin (6/7/2026).
“Saya mengapresiasi inisiatif Dispora Kota Bekasi yang akan menggelar nobar Piala Dunia 2026 di Plaza Patriot. Ini merupakan kegiatan positif yang dapat mempererat kebersamaan masyarakat. Namun, pelaksanaannya juga harus mampu memberikan dampak ekonomi dan nilai tambah bagi Kota Bekasi,” ujar Chairun Nisa.
Ia menegaskan bahwa Plaza Patriot merupakan aset milik Pemerintah Kota Bekasi yang penggunaannya harus dikelola secara bertanggung jawab dan mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, potensi penerimaan daerah dapat dioptimalkan melalui berbagai skema, seperti retribusi pemanfaatan ruang promosi, kerja sama sponsorship, pengelolaan parkir, hingga sumber pendapatan lain yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Setiap pemanfaatan aset daerah harus memiliki manfaat yang terukur. Jangan hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga harus memberikan kontribusi nyata terhadap PAD sehingga manfaatnya dapat kembali dirasakan masyarakat melalui pembangunan,” tegasnya.
Selain mendorong peningkatan pendapatan daerah, Chairun Nisa juga meminta agar pelaksanaan kegiatan memberikan ruang seluas-luasnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Ia berharap tenant makanan, minuman, maupun produk kreatif selama acara diprioritaskan bagi pelaku usaha asal Kota Bekasi sehingga perputaran ekonomi benar-benar dirasakan oleh masyarakat setempat.
“UMKM Kota Bekasi harus menjadi prioritas utama. Kehadiran ribuan pengunjung merupakan peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan omzet sekaligus memperkenalkan produk-produk unggulan daerah,” katanya.
Di sisi lain, Chairun Nisa mengingatkan pentingnya tata kelola yang transparan dan akuntabel. Ia mendorong Pemerintah Kota Bekasi membuka secara jelas mekanisme kerja sama dengan event organizer (EO), sumber pembiayaan, biaya pengamanan, hingga proyeksi pendapatan yang dihasilkan dari kegiatan tersebut.
“Transparansi adalah kunci untuk membangun kepercayaan publik. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana kegiatan ini dikelola, mulai dari pola kerja sama, pembiayaan, hingga manfaat ekonomi yang dihasilkan. Dengan tata kelola yang baik, kegiatan ini akan menjadi contoh penyelenggaraan event publik yang profesional dan akuntabel,” ungkapnya.
Chairun Nisa berharap nobar Piala Dunia 2026 di Plaza Patriot dapat menjadi contoh bahwa sebuah kegiatan publik tidak hanya sukses menghadirkan hiburan, tetapi juga mampu memberikan edukasi, memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, serta memperlihatkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. (Adv)











