Ahmadi: Pendidikan Agama dan Peran Keluarga Jadi Kunci Menyikapi Isu LGBT di Kota Bekasi

oleh -381 Dilihat
oleh

“Pendidikan agama dan penguatan peran keluarga harus terus ditingkatkan agar generasi muda memiliki pegangan moral yang kuat,”

KOTA BEKASI, FBN.COM – Isu mengenai keberadaan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) kembali menjadi perhatian dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Bekasi.

Menanggapi kekhawatiran yang berkembang di masyarakat, Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmadi, mengajak masyarakat memperkuat pendidikan agama, pembinaan keluarga, dan kepedulian lingkungan sebagai langkah pencegahan terhadap perilaku yang menurut keyakinannya tidak sesuai dengan nilai-nilai agama.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmadi saat menggelar Reses Masa Persidangan II di RT 002 RW 012, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kamis (9/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Ahmadi menanggapi informasi yang sebelumnya disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi mengenai kondisi yang menjadi perhatian mereka terkait isu LGBT di Kota Bekasi.

“Sebagai seorang muslim, saya berpegang pada ajaran agama yang melarang hubungan sesama jenis. Karena itu, pendidikan agama dan penguatan peran keluarga harus terus ditingkatkan agar generasi muda memiliki pegangan moral yang kuat,” ujarnya.

Ahmadi menegaskan bahwa dirinya menghormati setiap warga negara sebagai sesama manusia. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak mengubah pandangannya bahwa perilaku seksual harus disesuaikan dengan nilai agama dan norma yang dianut masyarakat.

“Berbicara tentang toleransi, kita tetap menghormati setiap orang sebagai warga negara. Namun, saya tetap berpegang pada nilai-nilai agama yang saya yakini dan tidak membenarkan praktik yang bertentangan dengan ajaran tersebut,” katanya.

Ia juga mengajak Pemerintah Kota Bekasi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga untuk memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui pendidikan, pembinaan moral, dan komunikasi yang baik di lingkungan masing-masing.

Menurut Ahmadi, upaya tersebut perlu dilakukan secara persuasif dan edukatif agar masyarakat memiliki pemahaman yang utuh mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai keluarga dan kehidupan sosial.

Sementara itu, informasi mengenai jumlah individu yang dikaitkan dengan LGBT di Kota Bekasi sebagaimana disampaikan oleh MUI Kota Bekasi merupakan pernyataan narasumber.

Hingga saat ini belum terdapat data resmi pemerintah yang dipublikasikan untuk mengonfirmasi angka tersebut.(Adv)