Semarak Hajat Bumi 10 Muharam, H. Darsan Sasmita Santuni Yatim Piatu dan Hadirkan Topeng Banjet Pendul

oleh -1 Dilihat
oleh

“Kami ingin menjaga tradisi leluhur sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu di bulan Muharam yang penuh berkah ini,”

KARAWANG, FBN.Com – Ribuan warga memadati Dusun Karajan RT 20/04, Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dalam kegiatan Hajat Bumi dan Santunan Yatim Piatu 10 Muharam yang digelar oleh H. Darsan Sasmita/H. Totong, Kamis (25/6/2026).

Acara yang berlangsung meriah tersebut turut dihadiri oleh Cellica Nurrachadiana, tokoh masyarakat, ulama, serta para tamu undangan lainnya.

Kegiatan diawali dengan doa bersama dan pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus ungkapan rasa syukur atas nikmat dan rezeki yang telah diberikan Allah SWT.

Momentum 10 Muharam dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan dan menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat.

H. Darsan Sasmita mengatakan bahwa Hajat Bumi merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dan perlu terus dilestarikan. Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Kami ingin menjaga tradisi leluhur sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu di bulan Muharam yang penuh berkah ini,” ujarnya.

Kehadiran Anggota DPR RI Cellica Nurrachadiana mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Cellica mengapresiasi kegiatan yang menggabungkan nilai budaya, keagamaan, dan sosial sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Suasana semakin semarak dengan penampilan seni tradisional Topeng Banjet Pendul yang menjadi hiburan utama dalam acara tersebut.

Ratusan penonton tampak antusias menyaksikan pertunjukan budaya khas Karawang yang sarat dengan pesan moral dan nilai-nilai kearifan lokal.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban. Masyarakat berharap tradisi Hajat Bumi yang dipadukan dengan kegiatan sosial seperti santunan yatim piatu dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bentuk pelestarian budaya dan penguatan nilai kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat, Pungkasnya.

Pewarta : Pan